Aksi Swadaya Warga dan Sopir Perbaiki Jalan Rusak Cikarang–Pamalayan ( Cisewu,Garut ) demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan, Akses Ditutup Sementara Hingga 8 Juli 2026.

Garut, abadi.news – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat di wilayah Cikarang–Pamalayan, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Prihatin dengan kondisi jalan yang rusak parah dan belum kunjung mendapat penanganan, warga bersama para sopir dan pemilik kendaraan berinisiatif melakukan pengecoran secara swadaya demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Perbaikan difokuskan pada titik ekstrem Tanjakan Aki Cahya, jalur utama yang selama ini menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan pokok menuju wilayah Cikarang dan Pamalayan. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan tanjakan rusak kerap menyebabkan kendaraan kesulitan melintas, terutama truk bermuatan berat. Tidak sedikit kendaraan yang mengalami mogok saat menanjak, bahkan beberapa kali terjadi kecelakaan hingga kendaraan terguling.
Aksi perbaikan tersebut diinisiasi oleh H. Oking, Ketua Armada Desa Cikarang, melalui hasil musyawarah bersama para pemilik mobil dan anggota armada. Dana pembangunan dihimpun secara sukarela melalui iuran para sopir dan pemilik kendaraan untuk membeli material semen serta kebutuhan pengecoran lainnya.
Pelaksanaan pengecoran melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya Ketua BPD Desa Cikarang, perangkat desa, Ketua RW Kampung Cicariu, para sopir, serta warga sekitar yang bergotong royong sejak Sabtu, 4 Juli 2026.
Memasuki tahap pengerasan beton, Ketua RW Kampung Cicariu memutuskan menutup sementara seluruh akses kendaraan di ruas jalan tersebut guna menjaga kualitas hasil pengecoran. Penutupan berlaku mulai Sabtu, 4 Juli 2026 hingga direncanakan dibuka kembali pada Rabu pagi, 8 Juli 2026.
“Penutupan total ini merupakan keputusan bersama demi memastikan struktur pengecoran di tanjakan benar-benar matang dan kuat sebelum kembali dilalui kendaraan, khususnya kendaraan berat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan berharap masyarakat dapat memaklumi karena semua dilakukan untuk kepentingan bersama,” ujar H. Oking.
Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat tetap dapat beraktivitas melalui jalur alternatif yang telah disiapkan panitia. Pengendara diarahkan memasuki jalur dari Kampung Cicariu, tepatnya di dekat rumah Pak Bayan, kemudian melintasi wilayah Empong hingga kembali keluar di kawasan Bengkel Bapak Aki Cimunding.
Menurut warga, ruas jalan Cikarang–Pamalayan merupakan jalur utama yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Selain menjadi akses harian warga, jalan tersebut juga dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian, bahan pokok, dan berbagai kebutuhan logistik menuju sejumlah wilayah di Kecamatan Cisewu.
Masyarakat berharap aksi swadaya yang mereka lakukan dapat menjadi perhatian pemerintah agar penanganan infrastruktur di wilayah selatan Garut mendapat prioritas. Warga menilai pembangunan jalan yang layak sangat dibutuhkan demi mendukung keselamatan pengguna jalan, memperlancar distribusi barang, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi antara Ketua Armada Desa Cikarang, BPD, perangkat desa, Ketua RW Kampung Cicariu, para sopir, dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Meski dilakukan secara mandiri, perbaikan jalan ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pengguna jalan yang melintas di jalur Cikarang–Pamalayan, Kecamatan Cisewu. ( Agus R’Cell – Cisewu )





KOMENTAR PEMBACA
Silakan masuk untuk menulis komentar.
MASUK UNTUK BERKOMENTAR