Pangdam III/Siliwangi Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Pameungpeuk, Perkuat Akses dan Ekonomi Masyarakat

PAMEUNGPEUK,GARUT, ABADI.NEWS – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M. meresmikan Jembatan Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Cipalebuh, Kampung Cikopo Munjul RT 01/RW 13, Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Rabu (26/8/2026).
Jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur Perintis Garuda yang membawa semangat “Negara Hadir untuk Rakyat”, sekaligus menjadi sarana penghubung yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi mobilitas, pendidikan, pelayanan masyarakat dan aktivitas perekonomian warga di wilayah Pameungpeuk.
Berdasarkan surat undangan Komando Distrik Militer (Kodim) 0611/Garut melalui Komando Rayon Militer (Koramil) 1119/Pameungpeuk tertanggal 24 Agustus 2026, kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja Pangdam III/Siliwangi ke wilayah Kodim 0611/Garut.
Dalam surat tersebut, agenda kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 07.30 WIB sampai selesai, bertempat di kawasan Kampung Cikopo/Kampung Lebak, Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Sementara prosesi peresmian Jembatan Perintis Garuda berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB.
Kegiatan peresmian diikuti sekitar 300 orang dan dihadiri jajaran Kodam III/Siliwangi, Korem 062/Tarumanagara, Kodim 0611/Garut, Pemerintah Kabupaten Garut, unsur Forkopimda, Muspika Kecamatan Pameungpeuk, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Poster kegiatan yang menyertai agenda tersebut mencantumkan Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M. sebagai Pangdam III/Siliwangi. Jembatan yang diresmikan diperkenalkan sebagai Jembatan Gantung Perintis Garuda di Bendungan Gulanjeng, Desa Pameungpeuk.
Dalam sambutannya, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan manifestasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus wujud kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Pangdam, kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak berbagai aktivitas masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas warga, mempercepat akses ekonomi dan pendidikan, serta mempermudah masyarakat memperoleh berbagai pelayanan yang sebelumnya terkendala keterbatasan akses penghubung antarwilayah.
“Pembangunan infrastruktur ini merupakan wujud nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat dan menjadi solusi. Program ini juga selaras dengan target besar Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Darat untuk menuntaskan pembangunan jembatan perintis di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Pangdam.
Pangdam menegaskan, keberhasilan pembangunan jembatan tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pihak swasta/BUMN, serta masyarakat yang secara bergotong royong bersama prajurit di lapangan.
“Inilah bukti nyata dari semboyan TNI Hadir Untuk Rakyat dan Bersama Rakyat, TNI Kuat,” tegasnya.
Pangdam juga berpesan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat Jembatan Perintis Garuda sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat hingga generasi mendatang.
Pembangunan jembatan ini membawa semangat program Perintis Garuda dengan pesan “Negara Hadir untuk Rakyat”. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi sarana penghubung yang memberikan manfaat langsung bagi mobilitas dan aktivitas masyarakat di wilayah Pameungpeuk.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas harian masyarakat dan anak-anak sekolah, serta membuka akses yang lebih cepat menuju berbagai fasilitas pelayanan masyarakat dan pusat aktivitas perekonomian.

Sementara itu, Bupati Garut menyampaikan apresiasi kepada TNI, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut hingga dapat diselesaikan 100 persen.
Menurutnya, peresmian infrastruktur tersebut bukan sekadar penanda selesainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah bersama seluruh unsur terkait dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan sebagai fasilitas umum serta mengutamakan keselamatan ketika melintas, khususnya bagi anak-anak sekolah yang menggunakan jembatan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Dalam daftar undangan kegiatan, sejumlah unsur pemerintahan dan instansi setempat turut dijadwalkan hadir. Di antaranya Camat Pameungpeuk, Polsek Pameungpeuk, Camat Cibalong, Polsek Cibalong, UPT Puskesmas, UPT Pertanian, UPT Dinas Perhubungan, UPT Pasar serta sejumlah kepala desa di wilayah Pameungpeuk.
Kepala desa yang tercantum dalam lampiran di antaranya Kepala Desa Paas, Pameungpeuk, Sirnabakti, Mandalakasih, Jatimulya, Mancagahar, Bojong Kidul dan Bojong. Dalam dokumen lampiran juga terdapat pengaturan kehadiran masyarakat dari sejumlah desa untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Dalam lampiran tersebut tercantum antara lain Desa Paas sebanyak 100 orang, Desa Pameungpeuk 400 orang, Desa Sirnabakti 80 orang, Desa Mandalakasih 80 orang, Desa Jatimulya 50 orang, serta Desa Mancagahar 20 orang. Dokumen tersebut merupakan bagian dari rencana pengerahan dan persiapan kegiatan sebelum pelaksanaan peresmian.
Pihak penyelenggara dalam surat undangan juga meminta para undangan hadir 15 menit sebelum acara dimulai.
Prosesi peresmian Jembatan Perintis Garuda ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan langsung kondisi jembatan oleh Pangdam III/Siliwangi bersama Danrem 062/Tarumanagara serta para tamu undangan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, penyerahan bantuan sembako, pemberian santunan kepada anak yatim, penyerahan dua pasang domba, doa bersama, foto bersama dan ramah tamah bersama masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi secara resmi menyatakan Jembatan Perintis Garuda di Sungai Cipalebuh diresmikan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Jembatan Perintis Garuda tersebut menjadi bagian dari program strategis pembangunan 200 titik Jembatan Garuda di berbagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat di daerah yang masih mengalami keterbatasan akses penghubung, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda menjadi bagian dari upaya pembangunan infrastruktur yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas masyarakat. Dalam materi kegiatan, Kodam III/Siliwangi mengangkat pesan bahwa pembangunan tersebut merupakan karya nyata TNI untuk memperkuat infrastruktur, mempererat persatuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran jembatan di Sungai Cipalebuh diharapkan tidak hanya mempersingkat akses perjalanan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi, akses pendidikan, pelayanan sosial serta hubungan antarwilayah di kawasan Pameungpeuk.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, unsur masyarakat, pihak swasta/BUMN serta berbagai unsur terkait dalam pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelesaian infrastruktur hingga dapat digunakan masyarakat.
Dengan telah diresmikannya Jembatan Perintis Garuda, masyarakat diharapkan ikut memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan, kebersihan dan kondisi konstruksi jembatan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Bersama Rakyat, TNI Kuat – Hebat – Profesional.”
Sumber informasi: Dokumen undangan Koramil 1119/Pameungpeuk, materi kegiatan Kodam III/Siliwangi dan Pendam III/Siliwangi.





KOMENTAR PEMBACA
Silakan masuk untuk menulis komentar.
MASUK UNTUK BERKOMENTAR