Kemacetan Akibat Pasar Tumpah Dikeluhkan Pengguna Jalan Wanaraja-Bunderan Suci Karangpawitan

GARUT, (abadi.news) – Kemacetan lalu lintas yang terjadi hampir setiap pagi di jalur Wanaraja–Bunderan Suci maupun sebaliknya kembali dikeluhkan masyarakat. Titik kemacetan paling parah terjadi di kawasan Pasar Lawang Godog, Kecamatan Karangpawitan, dan Pasar Wanaraja yang dipicu oleh aktivitas pasar tumpah.
Kemacetan tersebut rutin terjadi setiap hari mulai sekitar pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Kondisi itu dinilai sangat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama para pekerja, pelajar, dan pengguna jalan lainnya yang melintasi jalur tersebut.
Irwan (45), warga Suci, Kecamatan Karangpawitan, mengaku sering terjebak kemacetan saat berangkat bekerja.
“Saya suka jengkel kalau naik kendaraan setiap pagi mau kerja. Jalanan macet total, terlebih kalau naik mobil. Otomatis jadi telat masuk kerja,” ujarnya. Jum’at (31/7/2026)
Menurut Irwan, salah satu penyebab utama kemacetan adalah aktivitas pasar tumpah yang menggunakan sebagian badan jalan, Di tiga Kawasan berbeda baik di kawasan Pasar Wanaraja, PT. Daux Ciparay dan Pasar Lawang Godog. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan melambat bahkan sering kali terhenti.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut agar tidak terus berlarut-larut.
“Saya mohon kepada dinas terkait, baik Dinas Perhubungan, Satpol PP, Disperindag maupun pihak Kepolisian agar segera mengatasi hal ini. Kami sebagai pengguna jalan membutuhkan kelancaran dan kenyamanan saat berkendara,” katanya.
Masyarakat berharap adanya penataan kawasan pasar, pengaturan pedagang kaki lima, serta pengawasan lalu lintas yang lebih optimal sehingga kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga dapat diminimalisasi. Selain meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, langkah tersebut juga diharapkan dapat menciptakan ketertiban dan keselamatan bagi seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar. (Tadz).





KOMENTAR PEMBACA
Silakan masuk untuk menulis komentar.
MASUK UNTUK BERKOMENTAR