Akselerasi Kualitas Pemuda, MPW PP Jawa Barat Instruksikan Bapora Fokus Cetak SDM Unggul Bebas Seremonial

BANDUNG, abadi.news — Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat secara resmi menginstruksikan Badan Pemuda dan Olahraga (Bapora) untuk merombak total orientasi gerakan organisasi. Dari yang semula cenderung prosedural-seremonial, kini wajib bertransformasi menjadi lembaga inkubasi strategis yang berfokus penuh pada pencetakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, adaptif, dan kompetitif.
Penegasan tersebut dikemukakan langsung oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, H. Dian Rahadian, S.H., M.H., saat membuka agenda Rapat Koordinasi (Rakor) Bapora MPW PP Jawa Barat. Perhelatan yang mengusung visi besar “Pemuda Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan” tersebut diselenggarakan secara tatap muka di Markas Komando Sekretariat MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Jalan BKR Nomor 117, Kota Bandung.
Dalam orasi kepemimpinannya, Dian Rahadian menyoroti tajam realitas organisasi kemasyarakatan pemuda kontemporer yang kerap terjebak dalam siklus formalitas belaka. Menurutnya, banyak pergerakan pemuda yang kehilangan substansi karena hanya berorientasi pada pengguguran kewajiban program kerja tanpa melahirkan output yang konkret bagi peradaban masyarakat. Oleh sebab itu, Bapora harus menjadi antitesis dengan mentransformasikan diri menjadi instrumen taktis yang adaptif dan solutif.
“Bapora Jawa Barat didesain bukan sekadar sebagai pelengkap struktur formal organisasi. Ini adalah laboratorium taktis yang kami persiapkan untuk merekayasa masa depan generasi muda. Kita harus melahirkan program nyata yang langsung menyentuh akar rumput, bukan sekadar memproduksi spanduk kegiatan tanpa dampak substantif,” ujar Dian di hadapan seluruh delegasi daerah.
Lebih lanjut, Dian menguraikan bahwa Provinsi Jawa Barat saat ini berada di pusaran bonus demografi yang sangat masif. Kepadatan populasi usia produktif ini dinilai bagaikan pisau bermata dua. Jika salah dalam mengelola blueprint kepemudaan, wilayah ini terancam menghadapi ledakan pengangguran kronis dan problem kejahatan sosial yang kompleks. Sebaliknya, jika pembinaan dilakukan secara terarah dan progresif, pemuda Jawa Barat akan menjadi katalisator utama pembangunan ekonomi serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Oleh karena itu, MPW PP Jawa Barat kini tengah meletakkan fondasi sistem kaderisasi modern berbasis meritokrasi dan peningkatan kapasitas (capacity building). Seluruh kader dijamin mendapatkan hak serta akses setara untuk mengembangkan potensi spesifik mereka—baik dalam klaster olahraga prestasi, ekonomi kreatif, kepemimpinan publik, hingga advokasi sosial. Ukuran keberhasilan organisasi kini dihitung dari seberapa banyak kader yang berhasil diarsiteki menjadi pemimpin yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Secara geopolitik kepemudaan, Dian juga menegaskan komitmen MPW PP Jawa Barat untuk mendorong kader-kader muda terbaiknya tampil di ranah strategis eksternal, termasuk dalam bursa kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat. Langkah ekspansif ini dinilai penting agar warna kepemimpinan yang berintegritas dan visioner dapat ditularkan secara inklusif ke organisasi lintas sektor.
Menanggapi arahan taktis tersebut, Ketua Bapora MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Ir. Donny Dwisetya, menyatakan kesiapan jajarannya di 27 kabupaten dan kota untuk melakukan konsolidasi total. Pasca-rakor ini, Bapora Jabar akan segera merumuskan indikator performa utama yang menitikberatkan pada program penanggulangan pengangguran, mitigasi destruksi moral akibat penyalahgunaan narkotika, serta pemanfaatan literasi digital secara produktif demi mewujudkan ketahanan pemuda berkelanjutan.[Tadz]





KOMENTAR PEMBACA
Silakan masuk untuk menulis komentar.
MASUK UNTUK BERKOMENTAR