H.Delit Suparman Ketua komite SMP :Dinas Pendidikan Segera Melakukan Evaluasi Terhadap Pelaksanaan SPMB 2026

GARUT, (abadi.news) – Hari Senin, 6/7/2026, puluhan perwakilan orang tua calon peserta didik baru yang tidak lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk menyampaikan aspirasi dan meminta adanya penambahan kuota penerimaan siswa di sekolah menengah pertama (SMP) negeri.
Kedatangan para orang tua tersebut didorong oleh kekhawatiran karena masih banyak lulusan sekolah dasar yang belum memperoleh bangku di sekolah negeri. Mereka berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan segera mengambil langkah konkret agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi.
Perwakilan Komite SMP, H. Delit Suparman, mengatakan aspirasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib para calon peserta didik yang tidak lolos seleksi SPMB, meskipun sebagian besar berdomisili di sekitar sekolah negeri yang menjadi tujuan pendaftaran.
Menurut Delit, pendidikan merupakan hak setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, pemerintah diminta mencari solusi terbaik agar seluruh lulusan SD dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP tanpa terkendala keterbatasan kuota.
“Jangan sampai ada anak yang putus harapan untuk melanjutkan sekolah hanya karena keterbatasan daya tampung. Pemerintah harus hadir memberikan solusi yang adil bagi seluruh calon peserta didik,” ujarnya saat ditemui di Rumahnya. Selasa (7/7/2026).
Ia menilai persoalan tersebut terjadi karena jumlah kuota yang tersedia di SMP negeri tidak sebanding dengan jumlah lulusan SD, khususnya di wilayah Garut Kota yang setiap tahunnya memiliki jumlah peserta didik cukup tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya sudah dipetakan sejak awal sehingga pemerintah dapat mengantisipasi lonjakan jumlah pendaftar.
“Saya berharap setiap wilayah, khususnya SMP Negeri di Garut Kota yang memiliki jumlah calon siswa lebih banyak, dapat diberikan penambahan kuota agar lebih banyak anak yang tertampung,” katanya.
Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Garut segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB 2026, termasuk mempertimbangkan penambahan rombongan belajar (rombel) atau langkah lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mereka menegaskan bahwa tujuan kedatangan mereka bukan untuk mempersoalkan sistem seleksi, melainkan memperjuangkan kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan di sekolah negeri.
Hingga penyampaian aspirasi tersebut berlangsung, para orang tua masih menunggu tanggapan dan kebijakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terkait kemungkinan penambahan kuota maupun solusi lain bagi calon peserta didik yang belum diterima. (Tadz).





KOMENTAR PEMBACA
Silakan masuk untuk menulis komentar.
MASUK UNTUK BERKOMENTAR