TERKINI
Iklan

Korban KM Virgo: 10 Warga Garut Masih Dinanti Keluarga

Reporter Redaksi abadinews4 menit bacaDibaca 2 kali

Keluarga korban KM Virgo di Situsaeur, Garut, menanti kabar 10 warga yang belum ditemukan.

Garut, [ABADI.NEWS] Keluarga korban KM Virgo di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, masih menanti kepastian nasib kerabat mereka. Berdasarkan pemberitaan 21 September 2026, sebanyak 10 warga dilaporkan belum ditemukan setelah kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Penantian tersebut berlangsung ketika sebagian korban selamat sudah kembali ke Garut. Warga juga menggelar doa bersama untuk mereka yang meninggal dunia, masih belum ditemukan, maupun berhasil selamat. Keterangan mengenai 10 warga yang belum ditemukan disampaikan tokoh warga Asep Irvan dalam laporan Pikiran Rakyat, 21 September 2026.

Kronologi Kecelakaan dan Pendataan Korban KM Virgo

KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan pada Minggu, 13 September 2026, ketika menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Peristiwa tersebut terjadi di perairan Laut Jawa dan melibatkan warga Garut yang berada di kapal.

Dalam laporan awal, Posko Informasi Kecelakaan KM Virgo di Karangpawitan mencatat 23 warga Garut terdampak. Data pada Senin, 14 September 2026 sore, menyebutkan 11 orang selamat, dua meninggal dunia, dan 10 masih dalam pencarian.

Warga yang tercatat dalam laporan tersebut berasal dari Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur. Mereka disebut bekerja sebagai kru kapal. Pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan identitas warga dan memantau penanganannya.

Angka tersebut merupakan catatan pada waktu pelaporan, sehingga perlu dibaca bersama tanggal pembaruannya. Informasi ini merujuk pada laporan Bisnis.com, 15 September 2026.

Keluarga di Situsaeur Menggelar Doa Bersama

Warga menggelar istigasah dan doa bersama di Masjid Al Hasbi, Kampung Panyingkiran, pada Sabtu, 19 September 2026. Masjid tersebut juga digunakan sebagai Posko Informasi Kecelakaan KM Virgo Transport 8.

Kegiatan itu menjadi bentuk dukungan bagi keluarga yang terdampak. Doa dipanjatkan untuk seluruh korban, termasuk warga yang telah kembali ke kampung halaman dan mereka yang belum ditemukan.

Menurut keterangan Asep Irvan, warga berharap korban yang masih dicari segera ditemukan dalam keadaan selamat. Bagi keluarga, kepastian informasi tetap menjadi hal yang mereka tunggu di tengah proses penanganan kecelakaan.

Laporan mengenai kegiatan warga tersebut dimuat oleh Pikiran Rakyat.

Koordinasi Pemulangan dan Pendampingan Keluarga

Pemerintah Kabupaten Garut mengupayakan pemulangan warga yang selamat serta penanganan korban meninggal dunia melalui koordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait. Dinas Sosial ikut memantau proses tersebut.

Dalam keterangannya pada 16 September 2026, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga berkomunikasi dengan keluarga korban. Koordinasi diperlukan untuk menyesuaikan proses pemulangan dengan hasil evakuasi dan kebutuhan penanganan.

Lokasi penjemputan serta perjalanan kembali ke Garut bergantung pada perkembangan di lapangan. Karena itu, informasi pemulangan perlu dibedakan dari informasi penemuan korban. Keduanya merupakan tahapan berbeda dalam penanganan kecelakaan.

Pemkab Garut juga menyatakan bahwa pendampingan keluarga terus dilakukan selama menunggu perkembangan pencarian dan evakuasi. Keterangan tersebut dilaporkan oleh TVRI News, 16 September 2026.

Korban Selamat Mendapat Pemeriksaan Kesehatan

Sebanyak 10 korban selamat tiba di Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Garut pada Kamis malam, 17 September 2026. Mereka disambut Bupati Garut sebelum kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.

Pemerintah daerah menyiapkan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikologis. Penanganan tersebut ditujukan untuk membantu pemulihan para korban setelah mengalami kecelakaan di laut.

Pemkab juga menyiapkan tim di tingkat desa untuk memantau kondisi mereka. Perhatian terhadap aspek psikologis menjadi bagian dari penanganan karena sebagian kerabat dan tetangga korban selamat masih belum ditemukan.

Penempatan sementara di rumah singgah turut mempertimbangkan suasana keluarga dan warga di kampung asal. Informasi kedatangan serta rencana pendampingan ini merujuk pada Metro TV, 17 September 2026.

Memahami Pembaruan Data Korban KM Virgo

Pemberitaan kecelakaan ini memuat perbedaan angka korban asal Garut. Laporan awal menyebut 23 orang, sedangkan laporan lain menggunakan jumlah 22 orang. Jumlah korban selamat yang tercatat juga tidak selalu sama dengan jumlah warga yang tiba bersama dalam satu proses pemulangan.

Karena itu, angka dari waktu dan sumber berbeda tidak sebaiknya digabungkan menjadi satu kesimpulan. Pembaca perlu memperhatikan tanggal, asal keterangan, dan apakah data membahas keseluruhan korban atau hanya kelompok yang dipulangkan.

Artikel ini menggunakan laporan 21 September 2026 sebagai acuan untuk keterangan bahwa 10 warga masih belum ditemukan. Sementara itu, informasi kedatangan korban selamat mengacu pada peristiwa 17 September 2026.

Untuk mengikuti perkembangan korban KM Virgo, utamakan pembaruan yang mencantumkan sumber dan waktu secara jelas. Penemuan korban, identifikasi, serta pemulangan merupakan informasi berbeda yang masing-masing memerlukan konfirmasi.

TOPIK TERKAIT

BAGIKAN
UKURAN TEKS

KOMENTAR PEMBACA

Silakan masuk untuk menulis komentar.

Iklan